Saturday, 20 February 2016

Fachrul Lutfi, sang penakluk Virus Dengue. Fomav-D Penakluk DBD



Mantan karyawan perusahaan farmasi di Kota Pontianak, Fachrul Lutfi mengaku menemukan formulasi obat anti virus dengue dari jenis obat tradisional yang dapat membunuh virus penyebab demam berdarah dengue (DBD). "Dari tahun 1990-2003 saya bekerja sebagai asisten apoteker di perusahaan farmasi Pontianak dan tugas sehari-hari meracik obat herbal sesuai pesanan dari resep dokter," kata Fachrul Lutfi dalam keterangan pers di Pontianak, Kamis (5/11).


Ia mengatakan, berbekal pengalaman sebagai seorang peracik obat herbal, secara tidak sengaja meracik dua jenis obat tradisional asli Indonesia dan dari luar di pada 2006. Obat bernama Fomav-D itu diduga telah menyembuhkan anak salah seorang sahabatnya yang divonis dokter mengalami penyakit DBD. "Saya memformulasikan dua jenis obat tersebut kemudian diberikan kepada anak itu. Ternyata hasilnya suhu tubuh anak itu yang semula tinggi, menjadi turun dan dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya," kata Fachrul.

Meskipun telah dinyatakan sembuh, keesokan harinya tetap dilakukan uji laboratorium hasilnya pasien negatif dari infeksi virus dengue. "Sejak saat itu saya mensosialisasikan Fomav-D untuk membantu teman-teman dan kerabat terdekat guna penyembuhan dari infeksi virus dengue," katanya.
Menurut ia, hingga kini puluhan pasien positif DBD disembuhkan berkat Fomav-D. Terakhir Fomav-D diberikan kepada dr Herni yang dinyatakan positif DBD oleh dokter yang menanganinya dan berhasil sembuh.

Ia berharap, pemerintah daerah dan pusat merespon penemuannya agar upaya penyembuhan pasien DBD bisa cepat ditangani. "Karena selama ini belum ditemukan obat yang manjur dan hanya berfungsi menambah daya tahan pasien agar bisa melewati masa inkubasi selama tujuh hari. Bukan membunuh virus dengue seperti Fomav-D," ujarnya.

Fachrul menambahkan, berdasarkan pengalaman dirinya obat herbal termasuk Fomav-D temuannya tidak memberikan efek samping. "Kecil kemungkinan ada efek samping, kalau kurang atau kelebihan dosis paling penyakit pasien tidak langsung sembuh," kata Fachrul.

Sementara itu, dr Herni salah seorang pasien DBD yang sembuh setelah mengonsumsi Fomav-D, menduga penyakit DBD yang dialaminya sembuh setelah mengonsumsi obat tersebut. Ia menyatakan, mengenal Fachrul Lutfi karena dikenalkan oleh mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr Lily Sadiah. "Dokter Lily pernah kena DBD Juli lalu," katanya.

Ia mengatakan, Fachrul memberi lima tablet Fomav-D untuk mengobati penyakit DBD yang telah menurunkan trombosit hingga 24.000/mili meter dan HCT 52,0 persen. "Setelah dua kali mengonsumsi obat Fomav-D, trombosit langsung naik menjadi 108.000/mm, dan HCT 39,9 persen sehingga dokter yang merawat menyatakan saya sembuh dan boleh pulang," katanya.

Herni mengakui, selain mengonsumsi Fomav-D, ia juga menggunakan obat yang diberikan dokter, tetapi hanya untuk menjaga daya tahan tubuh bukan membunuh virus dengue. Meski telah menyatakan menemukan obat anti virus dengue, namun Fachrul belum melakukan uji klinis untuk obat tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengakui berbagai upaya maksimal telah dilakukan dalam menekan jumlah kasus maupun korban meninggal akibat DBD,. Upaya yang dilakukan mulai dari "fogging" fokus dan massal hingga pemberian abate untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti di tempat penampungan air bersih masyarakat kota itu.


Sumber TV one

0 comments:

Post a Comment

Followers